Wageningen – Sektor agrikultur memasuki era baru dengan diperkenalkannya sistem pertanian presisi berbasis kawanan drone (drone swarm) yang dikendalikan penuh oleh kecerdasan buatan edge-AI. Teknologi ini dirancang untuk membantu para petani skala besar dalam mengawasi kesehatan komoditas perkebunan mereka secara mandiri tanpa memerlukan banyak tenaga kerja manual.Kelebihan utama dari drone pertanian ini terletak pada kamera multispektoral beresolusi ultra-tinggi yang dipadukan dengan algoritma pengenal visual AI. Saat terbang rendah di atas lahan pertanian, drone ini mampu memindai, menganalisis, dan mendeteksi gejala infeksi jamur atau serangan hama hingga skala per helai daun, bahkan sebelum gejala tersebut kasat mata bagi manusia.
Tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, drone ini juga dilengkapi dengan nosel semprot mikro terpandu yang sangat akurat. Begitu kecerdasan buatan mengidentifikasi area tanaman yang sakit, drone akan langsung melepaskan dosis pestisida atau nutrisi organik cair tepat pada sasaran yang membutuhkan, menghindari pemborosan zat kimia pada tanaman yang sehat.
Melalui implementasi sistem otonom ini, para pemilik perkebunan dilaporkan berhasil memangkas penggunaan cairan kimia pertanian hingga 60% sekaligus meningkatkan hasil panen total sebesar 25%. Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret dalam mewujudkan sistem ketahanan pangan global yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan efisien secara ekonomi.
Komentar
Tinggalkan Komentar